6 Juni 2014

Upaya LP Merah Mata Palembang Lahirkan 20 Napi Penghafal Alquran


EZU_9379
Luar biasa : LP Merah Mata mampu menelurkan puluhan narapidana (napi) penghafal Alquran(hafiz)
Mata Harun Sulianto berkaca-kaca saat mendengar lantunan ayat-ayat suci Alquran yang dilafazkan para napi dalam acara wisuda hafiz angkatan pertama di LP Merah Mata Palembang (04/06/2014). Suara mereka begitu jernih, ayat demi ayat begitu fasih dibacakan.
Tapi, siapa sangka itu dilantunkan oleh mereka yang pernah terlibat kasus kriminal dan kini sedang menjalani masa pidananya. Yang pasti, relung sanubari siapapun yang mendengarnya pasti bergetar. Tak terkecuali Kepala Lapas Merah Mata, Harun Sulianto.

“Saya tidak tahu kenapa tiba-tiba air mata menetes sendiri, padahal sangat jarang saya menangis,” kata Harun. Suasana seperti itu memang benar-benar menggugah hatinya. Ia membayangkan, mereka yang selama ini dicap sebagai pelaku kriminal ternyata menyimpan kemuliaan rohani begitu dalam.
“Memang benar-benar haru. Saya juga melihat sejumlah keluarga napi yang sengaja kami undang dalam acara wisuda ini juga ikut menangis,” ungkapnya. Terselip air mata bahagia Harun. Ia merasa, tugasnya dan para pegawai LP Merah Mata yang diberi amanah untuk membina para warga binaan berhasil dengan baik.
“Tugas kami membina dan mengantarkan mereka kembali ke masyarakat menjadi orang baik dan berguna tidak sia-sia rasanya. Melihat pembinaan rohani ini berhasil, kami merasa sangat senang,’' kata pria berusia 49 tahun itu.
Pembinaan kepribadian dan rohani memang diberikan kepada warga binaan LP Merah Mata sebagai jalan untuk mengurangi penderitaan mereka. Para napi diajak untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui pendekatan keagamaan. “Dengan belajar Alquran, akan membuat batin mereka tenang walaupun sedang menjalani hukuman,” tuturnya.

EZU_9464

Semangat dan tekad yang kuat memang ditunjukkan 20 napi yang berhasil khatam Alquran ini. Mereka belajar intensif. Setiap hari mengikuti bimbingan rohani dari pegawai LP Merah Mata, Zubaidi. Diungkap Harun, 20 napi itu bahkan sering terlihat membawa Alquran ke kamar masing-masing.
Dua kali dalam seminggu, mereka akan dites oleh para ustaz pembimbing yang didatangkan Yazri (Yayasan Amil Zakat Pusri). Untuk pembinaan rohani ini, LP Merah Mata memang bekerjasama dangan Yazri, sejak sekitar tiga bulan lalu.
“Para napi diuji hasil hafalannya. Jika ada yang kurang, akan diminta untuk memperbaikinya sehingga benar bacaan ayat suci Alquran–nya,” kata suami I Gusti Ayu Putri, SH itu. Petugas LP Merah Mata dibantu lima ustaz yang memiliki tugas masing-masing. Alhasil, di dapatkanlah 20 penghafal Alquran.
Diantara mereka, yakni dr. Hatta Anshori yang menjadi warga binaan dalam kasus korupsi. Lalu, ada dua napi penghafal Alquran tercepat, Zainuddin yang merupakan napi kasus narkoba, dan Wawan Kurniawan napi kasus pembunuhan.
“Dua orang itu tercepat, sudah menambah beberapa hafalan lagi pada juz 29. Mereka juga sudah hafal surat Yasin. Kemajuan ini benar-benar membanggakan semua,” kata Harun. Diungkap pria kelahiran 8 April 1965 itu, pihaknya juga akan mendatangkan ahli tajwid untuk mengajarkan dan memperbaiki lafal para napi agar lebih sempurna.
“Kalau sudah sempurna, nanti jika ada perlombaan MTQ, mereka akan saya ikutkan. Tidak masalah mau menang atau kalah. Yang penting mereka mampu menunjukkan bahwa penghuni LP mampu bersaing,” pungkasnya.
Sumber : Sumatera Ekspres

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi komentar pada form yang disediakan. Komentar yang mengandung unsur Sara, Politik, Fitnah dan Pornografi akan kami hapus.