30 Mei 2014

Kalapas Sekayu Bantah Anggotanya Disandera Keluarga Almarhum Joko



 
Perawat RSUD Sekayu saat mengurus jenazah Joko Sutejo, tahanan Polisi yang meninggal dunia diduga akibat serangan jantung.

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Isu penyanderaan tiga petugas Lapas Sekayu oleh keluarga almarhum Joko Sutejo (38) di Lampung tidak benar. Ketiga petugas Lapas atas nama Mardoni, Thamrin, dan Deni  yang mengantar jenazah Joko, hanya diminta keluarga almarhum untuk melihat hasil visum, setelah itu mereka langsung pulang.
“Tidak benar kalau disandera, yang benar diminta menunggu sampai hasil visum keluar, dan hanya berapa jam mereka langsung pulang ke Sekayu,” ujar Rudik Erminanto kepada wartawan, Kamis (29/5)
 Dijelaskan Rudik, meninggalnya Joko, hari Minggu (25/5) akibat penyakit jantung yang dideritanya, setelah dilakukan visum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu jenazahnya, Senin (26/5) langsung diantar ke rumah duka yang berada di Lampung. Sesampainya disana keluarga Joko yang tidak terima langsung memaksa melakukan visum ulang.
"Saat menunggu hasil visum itulah petugas kita ditahan, setelah hasil visum mereka langsung dipersilakan pulang, itu tidak lama hanya beberapa jam saja,"  ungkap Rudik.
Rudik mengaku kaget saat  melihat running teks  di salah satu TV, sehingga dia informasikan bahwa petugasnya tidak ada yang disandera.
Sebelumnya, kematian Joko memang menjadi tanda tanya, pasalnya  Kapolsek Babat Toman, AKP Imam Abdi, yang menitipkan Joko ke Lapas kelas II B Sekayu, karena tahanan di sel Polsek Babat Toman tidak muat lagi.
Kapolsek mengaku, dirinya tak mengetahui kalau Joko memiliki catatan mengidap penyakit jantung. Dirinya membenarkan, kalau joko adalah tahanan titipan Polsek Babat Toman atas perkara penggelapan pasal 372 KUHP. Untuk itu, pihaknya terpaksa menitipkan Joko ke Lapas II B Sekayu. Ini dikarenakan, ruang tahanan Polsek telah penuh oleh tahanan.
“ Saya belum menerima kabar tewasnya joko di Lapas II B sekayu,” ungkapnya.
Untuk itu Kapolsek akan memerintahkan anggotanya melihat dan mengecek penyebab tewasnya joko.
Namun berbeda pandangan, Kalapas Kelas II B Sekayu beranggapan Joko meninggal akibat penyakit Jantung yang dideritanya. Memang telah ada catatan, kalau dia mengidap penyakit alergi dan serangan jantung. Sebenarnya Joko meninggal di perjalanan menujur RSUD Sekayu, waktu itu dari keterangan teman satu sel Joko,  tiba-tiba mengalami sakit di bagian dadanya, selanjutnya para tahanan memberitahukan ke petugas dan langsung dibawa ke RSUD Sekayu.
 “ Waktu perjalanan itulah, Joko meninggal dunia dan tak bisa diselamatkan. Jadi Joko meninggal dunia, saat perjalanan menuju rumah sakit. Bukannya, meninggal di Lapas,” tegasnya.
Sumber : Palembang.tribunnews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan mengisi komentar pada form yang disediakan. Komentar yang mengandung unsur Sara, Politik, Fitnah dan Pornografi akan kami hapus.